Rasa

Anak itu lari dan terdiam pada sudut jalan

Kebingungan mencari jati diri yang telah lama ia tinggalkan atau mungkin terlupakan

Ia toleh wajah ibunya dah ia katakan apa salah ku mama

Mamanya menjawab kau terlalu bodoh dan angkuh untuk berdiri diluar sana

Sini kemari jangan ke jalan sana
Kenapa kau memilih ke jalan sana

Anak itu menjawab, mama? Bukankah engkau yang melempar aku ke arah jalan ini dan membiarkan ku untuk terus berjalan

Lantas kenapa sekarang kau pertanyaan kan?

Mama, aku menoleh ke wajah mu bukan untuk menyesali nya. Tetapi untuk dapat terus ku ingat atas ke khawatiran apabila ku tak dapat kembali ataupun tertabrak lari pada peliknya kehidupan jalan ini

Mama, apa salahku? Lantas kau pun memarahiku

Mama, apalah diriku hari ini? Siapa aku? Dan harus seperti apa aku?

Komentar